Thursday, April 21, 2011

Catatan hati Bunda

Apakah yang allah bisikan. ketika engkau di rahimku, sayang??

Bersamamu

kulayari waktu

dan Beninglah segala jiwa

dan pergilah setiap kehampaan

dan bintang

yang luruh dimatanya

adalah lenteraku juga

menuju Jalan-NYA


By: Asma Nadia "Catatan Hati Bunda"

Wednesday, March 31, 2010

hampir tiga minggu sudah saya menjalani kehidupan baru, menyandang status baru, menjadi seorang istri dari Yusni Hidayat Halim.

Banyak hal-hal yang menyenangkan yang kami alami dan semoga seterusnya begitu. Meski kata orang 'perahu kami masih di tepi' so masih belum banyak permasalahan, belum ada 'badai' dan 'ombak' yang dapat menggoyahkan perahu kami. Yaa..rabb jika memang kami harus menghadapi hal itu, please lead us. semoga kai mampu melaluinya dengan bijak.

Pagi ini hampir sama dengan hari-hari sebelumnya, di mana saya mendapatkan satu kecupan disaat bangun tidur, lalu kami beriringan menuju kamar mandi untuk berwudhu dan menunaikan sholat subuh berjama'ah, berdo'a bersama.

usai sholat kami biasanya bercakap-cakap sebentar sebelum akhirnya kami melakukan aktivitas masing-masing. saya menyediakan sarapan pagi dan dia mencuci pakaian.
setelah itu dia sarapan, mandi dan berangkat kerja. begitupun dengan saya.

malam harinya kami bertemu lagi. sholat isya berjamaah. bercakap-cakap sebentar mengenai aktivitas yang kami lakukan hari ini. lalu kami tidur. tidak lupa saya mendapatkan kecupan lagi sebelum tidur (luv it so much hehe).
begitulah kurang lebihnya hari-hari saya, yang selalu diwarnai cinta dan kehangatan, dan semoga begitu seterusnyaa...

fur my husband, i luv you so much :)

Friday, February 12, 2010

Berubah

Some people say that I’ve change. They have said that I looked better, others said that I turned into "not me". Ya, sebagian orang merasa ‘kehilangan’ saya. Mereka pernah berkata jujur bahwa mereka rindu dengan “lulu yang dulu”, lulu yang suka bermain tebak-tebakan, lulu yang biasa tertawa lepas, lulu yang heboh dan centil, dll.


Jujur saja, dulu saya merasa enggan untuk berubah, selain karena saya sudah berada di zona kenyamanan, saya juga merasa takut untuk menghilangkan kebiasaan saya karena takut kehilangan jati diri dan ciri khas “lulu”. Tapi setelah saya mencoba untuk berubah ternyata perlahan ketakutan itu hilang dan kini saya telah menemukan zona kenyamanan saya yang baru.

Disaat saya merasa sudah berubah, ternyata saya salah. Ya, masih banyak sifat2 buruk saya yang masih hinggap dalam diri. Semalam seseorang telah mengingatkan saya tentang hal itu, dan itu membuat saya semakin terpacu untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.


Memulai suatu kebiasaan baru itu memang tidak mudah, terlebih lagi kita sudah terbiasa melakukannya bertahun-tahun dan bahkan sudah ‘mendarah daging’ dalam diri kita. Namun dengan tekad dan keinginan hati yang kuat tentu kita bisa menjalaninya.


Hal yang perlu dingat adalah, bahwa kita tidak dapat merubah diri kita secara sekejap. Sebab tubuh kita juga perlu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru, otak kita perlu terbiasa dulu dengan hal yang baru agar tidak kaget. Yang penting prinsipnya adalah · kecil atau sedikit demi sedikit hingga tak terasa, dan dilakukan secara berkelanjutan.


Menurut Syamsul Alam, Otak manusia mempunyai dua komponen penting untuk proses adaptasi, yaitu Broca Region dan Recticular Activating System (RAS). Kedua hal ini menyaring segala hal yang berbeda dan mencari tahu hal berbeda itu, untuk kemudian di jadikan biasa. Namun, jika hal berbeda itu terlampau berbeda, kedua bagian otak ini (Broca dan RAS) akan menolak perubahan tersebut. Tujuannya adalah untuk melindungi diri.


Hmm mungkin ini yang bikin saya gagal untuk berubah. Ada banyak hal yang ingin saya rubah, namun perubahan itu saya inginkan dalam jangka waktu sekejap. Dan karena semuanya adalah hal-hal yang baru bagi diri dan terlampau banyak, maka kadang membuat itu menjadi gagal.

Baiklah, mulai saat ini saya akan mulai dengan hal-hal yang kecil dan sedikit demi sedikit, meskipun mungkin hasilnya baru akan saya rasakan 5 tahun lagi, yang penting saya perlu terbiasa dulu. Karena saya punya mimpi, suatu saat saya akan menjadi wanita dewasa yang smart, cantik dan menyenangkan, yang mampu menjadi sandaran bagi keluarga. Semoga saya bisa.

Thursday, January 14, 2010

dua bulan lagi

14 Januari 2010.
dua bulan menjelang pernikahan dan masih banyak yang harus dipersiapkan... Chayoo!

Sunday, April 12, 2009

Sulitnya menjadi orang Indonesia

Mengapa saya berpikir seperti judul di atas?? Karena hal itulah yang sedang saya alami saat ini. Hidup di tengah orang-orang yang punya budaya basa-basi dan serba ingin tahu sungguh melelahkan. Kadang saya berpikir, kenapa ya orang-orang senang sekali berbasa basi dan selalu ingin tahu urusan orang lain? Termasuk saya, dan akui saja anda pasti pernah juga kan??

Kebiasaan saya kalau bertemu teman yang tidak terlalu dekat, pasti akan menyapa: ”hai, mau kemana” atau kadang saya variasikan menjadi ”abis dari mana?” dan jujur saja sebetulnya saya tidak benar-benar ingin tau dia mau kemana tau dari mana. Itu hanya salahsatu tindakan saya untuk menyelamatkan situasi dari pada garing saling berdiam diri dalam satu lift, atau setidaknya untuk menghindari diri agar tidak dibilang sombong. Seandainya saya kreatif mungkin saya bisa menciptakan pertanyaan-pertanyaan baru yang lebih inovatif, tidak hanya sekedar bertanya mau kemana dan dari mana.

Pertanyaan semacam diatas sebenarnya saya anggap wajar saja, terutama bagi kita yang hidup ditengah orang-orang yang katanya berbudaya ramah. Namun yang menjadi masalah adalah ketika pertanyaan-pertanyaan tersebut berkembang, tidak hanya sekedar basa basi atau ingin tahu, tapi lebih mencampuri urusan orang lain.

”kapan nikah?” ini satu pertanyaan yang sangat annoying buat saya pribadi, khususnya akhir2 ini. Mulai dari tetangga, teman lama, bahkan orang yang baru saya kenal, jika bertemu di suatu event (biasanya pernikahan) pasti pertanyaannya tidak jauh-jauh dari tema pernikahan, dan yang paling sering adalah ”kapan nikah?” atau ”kapan nyusul?”. Saya pikir kalau pun saya sudah menikah mereka tidak akan berhenti bertanya, karena pertanyaan selanjutnya yang mereka akan lontarkan adalah ”kapan punya anak?” kalo sudah punya anak pertanyaan selanjutnya " kok baru satu? kapan buat yang kedua??" sama seperti dulu saya belum lulus kuliah pertanyaan yang sering timbul oleh orang sekitar adalah ”udah lulus belum?” atau ”kapan lulus??” setelah lulus pun saya masih dihujani pertanyaan ”kerja di mana sekarang?” haloo..apakah anda sebegitu ingin tahunya kah urusan orang lain?? No wonder deh mengapa infotainment laku keras di Indonesia.

Sekarang saya sudah kebal dengan pertanyaan ”kapan nikah?” saking seringnya pertanyaan itu mampir ke diri saya. Wajar siiih karena umur saya kan sudah masuk seperempat abad lebih. Umur-umur yang wajar bahkan dianggap harus untuk menikah khususnya buat perempuan, hehehe saya jadi teringat seorang teman yang kelimpungan karena sudah memasuki umur yang sama dengan saya tapi juga belum dapat pasangan. Mulai merasakan Quarter-Life Crisis, hihihi. Saya sih gak terlalu ambil pusing (meski sering kepikiran juga). Bukan, bukan saya tidak ingin menikah. Tapi menikah kan butuh banyak proses dan gak semudah membalikkan telapak tangan, ada begitu banyak persiapan yang harus dilakukan. Dan saya berharap jika saatnya tiba, saya merasa sudah siap menjalaninya.

Friday, March 13, 2009

Facebook oh facebook..

Facebook, salah satu situs jejaring social yang amat naik daun saat ini. Siapa yang tidak kenal? Dimana2 lihat orang lagi sibuk dengan pesbuknya, gak di kantor,gak di rumah sama saja. Mulai dari OB sampai petinggi2 di kantor punya account di FB bahkan gak jarang lihat orang2 di jalan ber-pesbuk ria dengan blackberry nya, begitu juga di rumah mulai kakak2 sampai adik2 semua sibuk main pesbuk, bisa dicela habis2an kalo ketahuan blm punya account di FB (aib banget keknya hehe).

Ya, Saya adalah ciri khas orang Indonesia pada kebanyakan, yang suka ikut-ikutan terhadap sesuatu yang sedang nge-trend. Padahal situs pertemanan ini sudah ada sejak tahun 2004, saya pun sudah mengenalnya sejak 2 tahun lalu, namun belum berminat untuk buka account di FB, karena masih setia dengan Fs. Setelah FB ramai di awal tahun 2009 ini (lagi ngetop-ngetopnya nih), dan akibat desakan orang2 sekitar (sahabat, saudara dan teman lama, dan banyaknya mail yang masuk ke account yahoo saya untuk segera bergabung di FB) maka akhirnya saya menyerah dan ikut membuka account di FB, hahaha..welcome to the club!

Setelah terjun langsung dan memperhatikan aktivitas orang2 di pesbuk sekitar 2 bulan ini, amazing.. Gak nyangka, fesbuk sangat begitu hebat hingga kini semua orang sepertinya tidak bisa lepas dari situs pertemanan tersebut (termasuk saya tentunya). Banyak orang yang memanfaatkan situs jejaring social ini dari untuk sekedar mencari kawan lama maupun baru, sebagai ajang narsis dan menginfokan kegiatan setiap hari, jam bahkan menit, digunakan sebagai media kampanye bagi para caleg maupun lembaga profit dan non profit, hingga mencari pekerjaan melalui profile yang dibuat seperti CV.

Fb memang sedikit banyak membantu banyak orang, seperti saya yang terbantu dipertemukan dengan kawan lama, maupun dengan saudara2 sepupu yang sudah jarang sekali bertemu. Mengetahui aktivitas dan kesibukan sahabat-sahabat maupun teman yang sudah jarang bertemu didunia nyata dan yang berada nun jauh di sana. Menyenangkan juga ketika kita bisa chatting langsung dengan orang yang berada nun jauh di sana, bahkan di negeri antah berantah.

Namun, bukan berarti FB tidak punya kekurangan. Berdasarkan pengamatan saya tidak sedikit pula orang yang dirugikan dari situs yang amat menyita perhatian kita akhir2 ini. Mulai dari pelambanan kerja akibat perhatian sebagian besar terkuras untuk aktivitas di Fb, sampai ada orang yang rela merogoh kocek cukup dalam untuk membeli Blackberry demi agar bisa OL di mana saja dia berada.

Sedikit agak kaget juga, ketika beberapa orang dengan beraninya membeberkan data2nya sampai sedetil-detilnya, mulai dari alamat rumah, jabatan dan tempat pekerjaan, sampai nomor kontaknya tanpa menyadari resiko yang akan timbul di kemudian hari. Sebagian mungkin berfikir untuk diketahui teman2 lama, atau bisa juga untuk arena mencari pekerjaan sebab saya pernah mendengar ada perekrutan sebuah perusahaan melalui CV yang di tampilkan di FB oleh pemiliknya. Namun hal tersebut, bukan hal yang tidak mungkin dapat mengundang kejahatan bagi orang lain. Data-data kita bisa saja dengan mudah digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Thursday, March 05, 2009

Happy ever after

Wah sudah agak lama gak nulis blog, lagi sibuk ngolah data dulu. Saat ini saya sedang melakukan riset tentang “Kepuasan Penonton Terhadap Suatu Program Televisi” dan ada satu item pertanyaan yang menjadi perhatian saya. Pada salah satu pertanyaan dalam kuesioner berbunyi “ Jika anda menonton sebuah film, cerita akhir apa yang mau anda lihat?” dan hampir sebagian besar responden menjawab, tentunya cerita yang “Happy Ending”

Hmm.. saya pun begitu, saya lebih senang melihat film yang cerita akhirnya happy ending bukan yang sad ending, sebab setiap manusia memang selalu menghindari kesedihan, kesengsaraan dan segala sesutu yang membuat hidup ini menjadi tidak menyenangkan. Dan kalau boleh memilih, tidak akan ada yang mau mengalami rasa kehilangan, apa lagi se-extrim kematian yang berarti kehilangan untuk selamanya.

Tapi menurut Prima Rusdi dalam bukunya “Perjalanan Mata dan Hati” nampaknya hidup mencoba mengajarkan siapapun untuk mengenal sisi lain darinya yang tidak selalu manis dan riang gembira.

Hidup tidak pernah membiarkan kita sendirian. Dari detik pertama kita lahir, ia langsung menghadirkan kita di tengah kasih sayang keluarga. Ia lalu mempertemukan kita dengan sejumlah orang yang menjadi sahabat-sahabat kita, dan mempercayai sejumlah orang-orang pintar untuk menjadi guru-guru kita. Ia juga menyediakan alam dan segala isinya untuk kehidupan kita. Hidup juga terus menerus mendidik kita untuk senantiasa menjadi lebih baik. Mungkin itulah sedikit jawaban kenapa terkadang ada sejumlah peristiwa pahit dalam hidup manusia. Karena beberapa peristiwa tak menyenangkan terkadang sering berfungsi mengingatkan kita untuk lebih bisa bersyukur dan berusaha menjalani hidup. Karena tidak akan ada yang pernah tau berapa lama semua hal yang menyenangkan dalam hidup ini akan terus menjadi milik kita. Siapapun dan apapun yang ada di sekitar kita bisa hilang kapan saja.....


_Prima Rusdi, Perjalanan Mata dan Hati_